Buku Yang Membaca, Buku Yang Dibaca

Apakah Sobat gemar membaca buku? Akhir-akhir ini aku sangat gemar membaca novel. Cerita-cerita tentang roman, persahabatan, impian, dan harapan bisa sangat menginspirasi diriku untuk menulis. Tiap penulis memiliki cara yang unik dan berbeda-beda dalam mengembangkan tulisannya. Sehingga semakin banyak aku membaca tulisan dari berbagai penulis, semakin banyak aku terinspirasi.

Lalu bagaimanakah aku menemukan buku yang tepat?

Saat aku memasuki sebuah toko aku akan segera menggerayangi rak Best Seller karena disanalah buku-buku terlaris dipajang. Biasanya ada sebuah buku yang segelnya sudah terbuka. Aku akan membaca secara cepat buku tersebut dan menangkap alur ceritanya. Bila menarik, aku akan membelinya.

Ada berbagai macam cerita yang dapat kita pilih. Entah itu cerita tanpa gambar, cerita bergambar, atau bahkan cerita dengan musik, yang mulai banyak bermunculan akhir-akhir ini, memiliki beragam genre. Roman, sci-fi, biografi, sampai horor bisa kita temukan pada tumpukan-tumpukan tersebut.

Sobat, sadar atau tidak kita pun seperti buku-buku di toko buku tersebut.

Orang melihat cover kita lalu tertarik. Mereka mengamati sampul depan dan belakang, mencoba membaca referensi dan mencari tahu buku seperti apa kita ini. Setelah itu, mereka akan “membeli” kita. Mereka “membaca” diri kita dan belajar mengenal, buku seperti apa kita ini.

Halaman demi halaman dibaca. Bagian demi bagian diamati dengan seksama hingga pada akhirnya buku itu selesai dibaca. Permasalahan sesungguhnya ialah bukan baik atau buruknya “design cover” kita. Bukan pula tebal atau tipisnya lembaran pengetahuan, pengalaman, atau usia kita. Tetapi pada efek apa yang kita hasilkan setelah orang lain membaca buku ini.

Ketakutan? Bahagia? Sedih? Terinspirasi? Atau malah bingung?

Apa yang kita pancarkan seharusnya mencerminkan siapa penulisnya. Lalu siapakah penulis kita? Bila kita diisi dengan cerita-cerita hantu maka “buku” ini akan kembali menceritakan hal-hal yang menyeramkan. Bila kita diisi diri kita dengan fairy tales tentang cinta, cinta, dan cinta selayaknya Cinderella maka “buku” ini akan berisi harapan yang terlalu muluk tentang pangeran berkuda putih. Tetapi bila kita mengijinkan Dia untuk menulis “buku” ini, lalu diri kita senantiasa diisi dengan firman Tuhan, bila kita selalu berdoa dan meminta bimbingan-Nya senantiasa maka niscaya “buku” ini akan menjadi berkat bagi yang membacanya.

Kemudian apa yang akan terjadi saat “buku” ini Dia yang tulis?

Apakah teman pernah bertemu dengan seseorang yang begitu luar biasa? Pekerjaan sukses, pelayanan tidak kenal lelah, keluarga harmonis, dan disukai oleh semua orang? Aku tidak berkata bahwa dia adalah orang yang kaya raya, CEO multinational company, atau majelis gereja yang sudah menjabat puluhan tahun. Mungkin dia adalah bapak-bapak tua, penambal ban di depan komplek rumah kita yang bekerja sepenuh hati, sayang pada keluarga, dan terkenal murah hati di lingkungan gereja dan pelanggannya.

Bila Sobat bertemu dengan pribadi seperti ini, tidakkah Sobat akan bahagia karena merasa telah “membeli buku” yang tepat?

“Buku” kita belum selesai ditulis. Bila sebelumnya bukan Dia penulisnya, maukah kita menyerahkan diri kita untuk ditulis oleh-Nya hingga tamat nanti?

Bila memang selama ini Dia penulisnya, mengapakah kita lalu malu dan menyimpan “buku” ini hingga tidak ada orang yang dapat membacanya? Kita wajib memberitakan dan menyampaikan isi “buku” ini ke semua orang. Kita harus melayani seorang akan yang lain dan mencerminkan siapa Penulis “buku” ini.

Lagipula, bukankah itu tujuan sebuah buku dicetak dan diterbitkan? Untuk dibeli dan dibaca orang sehingga maksud dari penulisnya bisa tersampaikan kepada orang banyak?

Selamat dibaca! Tuhan memberkati. FHL/th

[Ditulis untuk FHL Vol. 6, Desember 2009]

One Comment Add yours

  1. David berkata:

    Yess!! jangan berhenti bercerita karena percaya sama suara2 yang mengintimidasi hati kita dengan mengingatkan bagian2 masa lalu kita.. ga ada manusia yang sempurna, semua di alkitab yang Tuhan pakai juga punya background kejahatan yang beragam. tapi bukan itu intinya ya, intinya adalah bagaimana Tuhan dapat bekerja kepada semua orang, Dia dapat memulihkan siapa saja yang mau datang dan meminta pada Nya.. Darah Nya yang suci itu yang membebaskan dan menggantikan kita dengan hidup yang baru.. YES Cerita dari “Buku” ini ga boleh disimpan, harus cetak dan diterbitkan untuk dibaca semua orang supaya semakin banyak orang mengenal Yesus! Tuhan! dan Juruslamat hidupku!

    Disukai oleh 1 orang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s