Berkarya Dengan Hati

“Follow Your Heart” – Rancho ‘3 Idiots’

oleh Adhika Irlang & Benita Theda

Berkarya (bekerja) merupakan sebuah anugerah yang membuat kita berpikir, bergerak, mengolah, merasa, dan sebagainya. Bekerja menjadikan kita lebih bisa memaknai peran kita sebagai anak-anak Tuhan. Namun, apakah setiap individu menikmati perannya tersebut? Atau bekerja hanya dijadikan sarana pencapaian kehendak diri?

Di awal bulan Februari aku menonton sebuah film India berjudul “3 Idiots”. Film ini merupakan film tentang persahabatan 3 orang mahasiswa dan bagaimana mereka menemukan jalan menuju impian mereka masing-masing. Ada 1 prinsip yang dipegang oleh Rancho, salah seorang pemeran utamanya, yang sangat aku suka: “Always aspire for excellence, money and success will follow.”

Manusia seringkali malah melakukan yang sebaliknya. Mengejar uang dan kesuksesan, lantas tidak peduli dengan proses mendapatkannya. Apakah baik atau tidak, yang penting sukses dan uang yang banyak. Kemudian segala hal dihalalkan demi memperoleh uang dan kesuksesan yang diinginkan. Berbohong, menyontek, hingga mencuri. Rancho mengajarkan bahwa dengan mengikuti kata hatinya dan berpegang pada prinsipnya, ia telah meraih sukses yang jauh lebih besar ketimbang temannya, Chatur, yang hanya memikirkan materi semata.

Bila kita mengejar hal yang benar, niscaya hasilnya pun akan maksimal.

Suatu kali temanku yang hobi menyanyi berkata demikian. “Da”, katanya, “kalau orang nyanyi dari hati atau ngga tuh kedengeran bedanya”. “Oya?” sahutku. “Iya. Gua bisa ngerasain penyanyi mana yang nyanyi dari hati, yang mana yang ngga. Glen Fredly sekalipun, kalau nyanyinya ga dari dalam hati, tetep ga enak didenger. Mending dengerin PS di gereja.”

Kalau dipikir-pikir, benar apa yang temanku katakan. Aku sendiri memiliki kepekaan dalam mengamati foto seperti temanku itu terhadap nyanyian. Walau hanya mengerti sedikit sekali tentang fotografi, kepekaanku dalam mengkritisi sebuah foto cukup baik. Atau mungkin anda pernah pergi ke sebuah restoran dan memperhatikan mimik wajah sang pramusaji? Senyum yang keluar dari hati dan senyum yang keluar dari perintah atasan akan jelas terlihat bedanya.

Bagaimana dengan kita sendiri? Mungkin banyak dari kita yang telah memperoleh kesuksesan dari segi materi dan jabatan. Tentu kita menikmatinya sebagai anugerah Tuhan. Tetapi apakah kita menikmati proses pencapaiannya?

Bekerja dengan hati. Sudahkah kita?

“Beberapa orang telah menolak hati nuraninya yang murni itu, dan karena itu kandaslah iman mereka.” (1 Tim 1:19)

[Ditulis untuk Majalah Kasut – GKI Pondok Indah Edisi April 2010]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s