Tanggung Jawab Pemuda Di Dalam Keluarga

Ketika masik anak-anak, kita menerima semua yang diberikan oleh orangtua sebagai kewajiban mereka dan hak kita. Saat kita beranjak dewasa, masihkah kita menuntut itu dari orangtua kita?

Pemuda memiliki tugas yang berat dalam keluarga. Selain sukses dalam pekerjaan, menjadi teladan dalam kesehariannya, ia juga harus cukup dewasa untuk menerima bahwa orangtuanya hanyalah manusia biasa. Banyak pemuda yang sulit memaafkan segala kekurangan yang orangtua mereka miliki dan akar pahit yang ada sejak kecil. Bukannya berekonsiliasi, pemuda kadang cenderung malah makin keras dalam perseteruannya di dalam keluarga. Padahal bila tahap itu sudah dilalui, ia akan siap untuk menjadi orangtua yang lebih baik untuk anak-anak/calon anak-anaknya.

Bila bercermin, apakah kita sudah menjadi pemuda Kristen yang menjadi lilin dan garam didalam rumah? Atau jangan-jangan lilin kita malah membakar seisi rumah, dan garam itu kita tabur pada luka yang menganga?

Selamat menjadi berkat. Tuhan memberkati. FHL/th

[Ditulis untuk Sisipan FHL Vol.8 Oktober 10 pada Warta Jemaat GKI Kebayoran Baru dalam rangka Bulan Keluarga 2010]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s