Merencanakan Hidup

Aku adalah seorang penggemar telepon seluler (HP) seperti kebanyakan orang lainnya. Bila aku menyukai HP baru aku akan melakukan penelitian kecil-kecilan. Dari browsing di internet hingga menanyakan teman-teman pria yang aku anggap lebih mengerti tentang gadget. Aku tidak hanya meneliti tentang HP yang aku inginkan, tetapi juga HP lain yang sejenis. Maklum, budgetku tidak banyak sehingga aku tidak bisa asal beli saja. Aku harus tukar tambah. Artinya, bila HP baru itu tidak sebaik yang lama maka akupun akan ‘terjebak’ untuk sementara waktu.

Ketika aku akhirnya mengganti HP yang baru, apa yang terjadi? Pasti ada saja teman yang berkata, “kenapa beli yang itu? Kan tanggung! Kenapa ga beli yang ini sekalian?”
Hal tersebut aku yakin hampir setiap orang mengalaminya. Bukan hanya dalam pemilihan HP atau mobil atau rumah sekalipun, tapi dalam menentukan jalan hidup kita. Dalam titik tertentu hidup kita orang ada saja yang mengomentari, “coba dulu kamu menikahnya sama si A/ambil kerjaan yang itu/sekolah di luar negeri, mungkin tidak akan begini jadinya.”

Aku pun kadang suka berandai-andai. Andai saja aku tidak pindah sekolah waktu SMP. Andai saja aku pindah sekolah waktu SMA. Andai saja aku ambil jurusan lain waktu kuliah. Tetapi aku sadar bahwa semua itu sudah terjadi. Aku tidak dapat mengubahnya. Yang dapat aku lakukan adalah mensyukuri apa yang sudah terjadi. Kemudian merencanakan jalan apa yang akan aku ambil. Tentu semua harus dibawa dalam doa dan meminta perkenan Tuhan dalam tiap rencanaku.

Seperti halnya ketika aku ingin mengganti sebuah HP, kita tidak bisa asal memilih jalan yang kita inginkan. Kita harus mengadakan penelitian kecil-kecilan. Tanya sana sini, baca-baca tentang pengalaman orang lain. Karena ketika kita sudah mengambil sebuah jalan, kita tidak bisa kembali lagi. Ada harga yang harus kita bayar atas keputusan yang kita ambil.

Disatu sisi, namanya membeli barang, kita tidak tahu apakah barang tersebut merupakan produksi yang baik atau buruk. A dan B bisa membeli barang yang sama persis tetapi barangnya si B bolak balik diservis. Disinilah kita memerlukan Tuhan untuk membimbing kita mengambil pilihan yang tepat. Apa yang baik buat kita sudah ada dalam rencana-Nya. Yang kita perlukan adalah meminta pada-Nya untuk menunjukan jalan itu pada kita.

“Sebenarnya kamu harus berkata: “Jika Tuhan menghendakinya, kami akan hidup dan berbuat ini dan itu.”” (Yakobus 4:15).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s