Kemerdekaan Diri

Salah satu definisi dari kata merdeka menurut KBBI ialah tidak terikat dan bergantung pada sesuatu. Kalau kita perhatikan, rasanya hidup di dunia ini tidak lepas dari keterikatan dengan sesuatu ya? Baik dari hal kecil seperti ponsel hingga keterikatan kita dengan kewajiban sebagai warga negara. Sampai-sampai di beberapa negara ada yang namanya wajib militer untuk setiap anak laki-laki. Ada pula keterikatan yang sifatnya negatif seperti kecanduan miras hingga keterikatan positif seperti hubungan kita dengan Sang Pencipta. Ya, selama kita hidup di dunia ini kita tidak terlepas dari keterikatan dengan sesuatu. Tetapi apakah semua itu menyebabkan kita terbelenggu atau tidak merdeka?

Aku sangat tertarik dengan dunia social media. Mulai dari jaman Friendster, Multiply, Facebook, Twitter, Instagram, Path, mailing list, hingga berbagai social media yang mungkin belum banyak orang yang mengetahuinya. Social media menawarkan kebebasan berekspresi dan berkomunikasi dalam hampir segala bentuk untuk hampir segala tujuan.

Ironisnya saking merdekanya kita bersocial media aku kadang kala merasa terperangkap di dalamnya. Keterikatan dengan social media begitu sulitnya untuk dilepaskan sehingga pertemuan fisik dan visual dengan sahabat dan keluarga kita jadi terganggu, contoh mudahnya. Dilain waktu, social media juga membuat kita iseng ngutak-ngatik ponsel di saat kebaktian berlangsung.

Merdeka tidak lagi tampak merdeka disaat ada hal yang membatasi kita memperoleh sesuatu yang menjadi hak kita. Quality time bersama keluarga berkurang, mendengar kotbah setengah-setengah, hingga contoh ekstrim di mana makan dan tidur menjadi tidak teratur hanya karena terlalu fokus memainkan ponsel.

Lalu bagaimana dengan keterikatan kita dengan Tuhan? Bukankah kita menjadi tidak merdeka karena terikat peraturan? Kembali lagi menurutku merdeka ialah saat kita memiliki hak dan menjalankan kewajiban dengan hikmat dan rasa syukur. Kita menjadi tidak merdeka saat kita menjalani perintah-Nya dengan terpaksa hanya karena kedagingan kita.

Kemerdekaan sejati seharusnya mendatangkan kebahagiaan dan kesejahteraan karena keterikatan kita dengan Tuhan merupakan kemerdekaan kita dari belenggu dosa. Mari rayakan hari kemerdekaan ini dengan penuh syukur karena saat ini kita telah diikat oleh kasih yang memerdekaan.

[Ditulis untuk Majalah Kasut GKI Pondok Indah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s