Perjalanan Mencari Tuhan

Kehidupan sudah membawa saya sedemikian rupa hingga membentuk diri saya yang sekarang ini. Saya adalah seorang yang sangat keras terutama terhadap diri saya sendiri sejak kecil. Saya menuntut diri saya untuk meraih pencapaian-pencapaian tertentu di dalam keluarga dan pekerjaan yang membuat saya ingin mengendalikan segalanya. Karena saya memiliki kekuatiran bahwa kalau kendali tidak di saya, saya tidak bisa mendapatkan output sesuai keinginan saya.

Sejak sebelum kedua orangtua saya pensiun saya sudah memiliki target untuk memberikan mereka uang bulanan setidaknya sebesar pendapatan terakhir mereka, selain itu juga mengajak mereka jalan-jalan, dan makan-makan enak, seperti pengalaman yang mereka dulu berikan sejak saya kecil.

Itu menuntut saya memiliki pekerjaan yang baik dan mapan. Di karir, mungkin saya masih belum bisa dibilang sesukses itu, tetapi saya berusaha keras membangun usaha saya, me-manage client, membangun tim, yang membuat saya cukup stres bila ada hal yang tidak sejalan dengan rencana saya.

Suatu hari saya mengalami masalah dengan salah satu client saya dan itu begitu mengganggu hingga saya stres luar biasa. Dengan berbagai tumpukan masalah di kepala saya, termasuk putus dengan pacar beberapa bulan sebelumnya dan masalah yang belum selesai dengan dia, membuat saya sudah tidak tahan lagi. Saya putuskan untuk mencari Tuhan!

Saya dilahirkan dari keluarga yang turun-temurun sudah beragama Kristen. Saya sangat aktif berorganisasi di gereja hingga mengikuti kegiatan ke tingkat Sinode dan menjadi Ketua Komisi Pemuda Klasis. Saya juga sejak 27 Juni 2018 memutuskan untuk – akhirnya – membaca Alkitab setahun, dan Puji Tuhan belum pernah bolong hingga hari ini. Tapi toh saya merasakan kehampaan yang begitu besar dalam diri saya. Saya, yang seharusnya memiliki Tuhan, merasakan kerinduan yang luar biasa untuk memiliki hubungan serius dengan Tuhan.

Beberapa sahabat yang Tuhan tempatkan di sekeliling saya membantu saya. Ferdy, seorang Katolik, menemani saya ketika saya memerlukan tempat untuk berdoa. Saya memutuskan untuk mengikuti misa pagi di Gereja Theresia – walau saya Protestan – dan kami pergi ke Lembah Karmel untuk retret. Mia, teman sesama GKI Kebayoran Baru yang saat ini sudah pindah ke Gereja Mawar Sharon, mempertemukan saya dengan kakak rohaninya, yang saat ini sudah menjadi kakak rohani saya juga.

Perjalanan saya ‘mencari’ Tuhan dimulai dari sini. Saya akan menceritakan pengalaman retret dan pertemuan dengan Tuhan melalui Kak Jane, kakak rohani saya di blog terpisah.

Satu hal yang saya dapatkan dan ingin saya sampaikan sebagai dasar perjalanan saya ini, diambil dari Kitab Yeremia 29:13-14 menurut versi The Message.

Jeremiah 29:13-14 The Message (MSG)

13-14 “When you come looking for me, you’ll find me.

“Yes, when you get serious about finding me and want it more than anything else, I’ll make sure you won’t be disappointed.” God’s Decree.

“I’ll turn things around for you. I’ll bring you back from all the countries into which I drove you”—God’s Decree—“bring you home to the place from which I sent you off into exile. You can count on it.

Blog ini bersambung ke Mencari Tempat Berdoa

4 Comments Add yours

  1. chisato berkata:

    satu kata, empat huruf: AMEN!!
    dirimu GKI nya yang di kebayoran baru toh.. deket ayam berkah kan itu 😆 my dad’s favoritr ayam tu 😆😆

    Suka

    1. Benita Theda berkata:

      Iyaa haha! Baca lanjutannya ya ada 2 tulisan lagi serialnya ini (btw ini yg tadi gua share di CG, jawaban pertanyaan undian 😂😂😂)

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s