Percaya!

Mengapa tanda seru? Tulisan saya yang lain sejauh ini tidak ada yang menggunakan tanda baca ini. Lalu alasan saya gunakan ini sekarang karena Tuhan pun menggunakan ini dan menggunakannya lusinan kali dalam sehari pada saya.

Bila anda sempat membaca tulisan ataupun blog-blog saya sebelumnya, anda mungkin bisa menyimpulkan bahwa saya adalah orang yang keras dan sebelum saya hidup baru dalam Tuhan, saya adalah seseorang yang ingin memegang kendali atas sebanyak-banyaknya hal yang ada di kehidupan saya. Ini adalah sesuatu yang saat ini sedang Tuhan bentuk ulang. Saya akan menceritakan pergumulan saya tentang hal ini.

Saat ini saya sudah hampir 1,5 tahun bekerja sendiri, bukan kantoran 9-5 yang berpenghasilan kepala 3, bahkan 4. Puji Tuhan selama itu saya hampir tidak pernah berkekurangan. Setelah beberapa saat saya malah sempat bisa belanja-belanja lagi walau tidak seperti saat saya memiliki gaji tetap.

Ketika saya memutuskan bahwa saya ingin patuh pada Tuhan, saya melepaskan beberapa pekerjaan yang tidak sesuai jalan-Nya. Saya tidak perlu sebutkan jenis dan nama perusahaannya tetapi beberapa bidang usaha yang saya pegang sudah jelas bukan yang Tuhan kehendaki.

Kehilangan sebagian besar penghasilan tentu membuat saya kuatir walaupun berkali-kali Tuhan mengingatkan bahwa Dia akan mencukupkan saya dan saya tidak akan pernah kekurangan! Saya pun pasrah.

Selama bulan April saya kondisi keuangan dan iman saya naik turun dan selama itu pula Tuhan bilang, “Percaya! Percaya! Percaya!”

Berbagai spekulasi muncul di benak saya, oh Tuhan mau kasih mungkin dari sini, dari sana, dari proyek ini, dan mungkin dari proyek yang sana. Saya tidak bisa memungkiri bahwa kekuatiran terus melanda walau saya tetap berusaha pasrah. Ya gimana ngga, ngga ada jalan lain juga, kan?

Waktu pun berlalu. Menjelang akhir bulan, Tuhan menunjukkan bahwa ada maksud dibalik kekosongan materi yang Dia ijinkan terjadi pada saya dan keluarga saya (kesaksian tentang hal ini akan saya tulis di blog terpisah). Dan saya memuji Tuhan atas hal itu!

Di akhir bulan hanya ada 1 pembayaran yang masuk dan nilainya hanya 1/5 dari pemasukan rutin saya. Toh dengan itu saya sudah bisa membayar sewa apartemen, cicilan mobil, tagihan kartu kredit, tagihan air dan listrik, tagihan wifi rumah orangtua, tagihan wifi apartemen, dan masih ada sisa! Memang saya belum bisa memberikan bulanan ke orangtua seperti biasanya dan tagihan asuransi juga belum saya bayarkan. Tetapi bahwa saya tetap bisa hidup dengan cukup, sungguh luar biasa!

Didikan yang diberikan Tuhan belum selesai. Perjalanan saya pun masih naik dan turun. Bahkan ketika Tuhan memanggil saya untuk menuliskan pengalaman ini, hal ini semakin menguatkan saya ketika saya menghitung berkat-Nya di paragraf atas. Semoga dengan tulisan ini bukan hanya iman saya yang makin dikuatkan tetapi juga iman anda. Karena saya percaya bila Tuhan mengijinkan anda membaca tulisan ini ada maksud dan berkat yang ingin Tuhan sampaikan pada anda.

Mazmur 34:10 – “Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!”

Lukas 12:6-7, 27 – “Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekor pun dari padanya yang dilupakan Allah, bahkan rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu janganlah takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. Perhatikanlah bunga bakung, yang tidak memintal dan tidak menenun, namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannya pun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s