Klaim Berkat dari Ibadah

Mazmur 23:1-3 (TB) TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.

Pekan ini, terutama akhir pekan dan hari Minggu ini tidak terasa seperti pekan-pekan sebelumnya. Contoh saja hari ini. Saya sudah lebih dari sebulan terakhir ke gereja dua kali dalam sehari, pagi ke GKI bersama orangtua, lalu sore ke GMS. Sejak saya hidup baru sepertinya itu sama sekali bukan beban tetapi kerinduan untuk mendengar Firman Tuhan. Malah yang tadinya ibadah hanya rutinitas, sekarang saya bisa benar-benar menikmati hadirat-Nya dan kenyang dengan Firman-Nya di dua ibadah tersebut setiap minggunya.

Tetapi hari ini berbeda. Selain saya berangkat dari rumah tidak penuh dengan damai sejahtera, ada saja berbagai hal yang ‘salah’. Pada ibadah pagi maupun sore ini saya seperti harus ekstra fokus, ekstra memperhatikan serta mengulang-ulang setiap bacaan Alkitab sehingga saya ‘dapat’ sesuatu. Mungkin ini yang memang Tuhan inginkan bahwa saya menggali lebih dalam Firman-Nya.

Pastor di ibadah sore berbicara tentang Mazmur 23. Ketika ayat-ayat yang saya hafal diluar kepala ini tidak berkata apa-apa, saya mencoba membacanya sendiri dari terjemahan versi The Message:

God, my shepherd! I don’t need a thing. You have bedded me down in lush meadows, you find me quiet pools to drink from. True to your word, you let me catch my breath and send me in the right direction. – Psalm 23:1-3 (MSG)

Ada empat bagian yang langsung ‘melompat’ dan berbicara kepada saya.

Pertama, God, my shepherd! I don’t need a thing. Tuhan adalah gembalaku! Aku tidak membutuhkan apapun.*

Bila anda mengikuti kisah saya, pergumulan saya selama ini ada di seputar menyerahkan kendali ke Tuhan. Saya membebankan diri saya dengan beban yang berat untuk mencapai pencapaian tertentu dalam segala hal dan itu sangat melelahkan.

Beberapa tahun yang lalu saya memutuskan untuk membuat tato pertama saya yang berbunyi Christ is enough. Walau tato ini kerap saya lupakan maknanya tapi Tuhan tidak pernah membiarkannya. Dia terus-menerus mengingatkan saya dalam perjalanan hidup saya bahwa Dia cukup dan Dia akan mencukupkan. Saya tidak membutuhkan apapun lainnya selain Yesus!

Kedua, True to your word. Benar dalam perkataan-Mu.*

Saya baru saja menyelesaikan doa puasa 21 hari walau tidak full karena kondisi fisik. Ini merupakan pengalaman doa puasa pertama saya seumur hidup. Selama masa 21 hari itu saya berusaha walau belum maksimal. Walaupun begitu, ada banyak berkat yang saya rasakan.

Mulai minggu kedua saya merasakan godaan yang sangat besar untuk menyangkal Tuhan. Mulai dari bisikan bahwa Tuhan Yesus itu fiktif, bahwa pengalaman orang percaya lainnya hanya ilusi dan dibuat-buat, hingga ajakan untuk kembali ke kehidupan dosa yang dulu.

Baiknya Tuhan ke saya tidak terkira. Roh Kudus yang Dia tempatkan di hati saya terus menjaga iman saya dan Dia tidak membiarkan saya jatuh. Saya terus berdoa baik pribadi, dengan Kak Jane—kakak rohani saya—dan meningkatkan persekutuan saya dengan Tuhan melalui berbagai ibadah. Hingga saat ini Dia masih terus berkata kepada saya bahwa Dia itu benar dalam perkataan-Nya! Itulah kenapa kita harus melatih diri beribadah dan tidak meninggalkan pertemuan ibadah (1 Timotius 4:7b, Ibrani 10:25).

Ketiga, you let me catch my breath. Kau membiarkanku berhenti sejenak untuk mengatur nafasku.*

Sejak kecil saya bukanlah seorang yang kuat berlari jauh. Sprint (lari cepat jarak pendek) bukan masalah, tetapi kalau sudah masuk ke lari beberapa putaran, biasanya saya pasti ada di urutan terakhir dan sebentar-sebentar saya harus berhenti untuk mengambil nafas.

Yesus adalah Tuhan yang luar biasa. Dia tahu bahwa setiap orang memiliki kemampuan dan ketahanan yang berbeda dan dia let me catch my breath! Yang Dia lihat adalah hati (1 Samuel 16:7b) yang sungguh-sungguh dan terfokus hanya pada-Nya, Dia akan bersabar menuntun kita sambil kita mengatur nafas kita.

Keempat, send me in the right direction. Membimbingku ke jalan yang benar.*

Menurut KBBI, membimbing berarti memegang tangan untuk menuntun. Dia membimbing saya ke jalan yang benar, baik itu berarti jalan kepada keselamatan ataupun jalan yang benar di kehidupan sehari-hari. Apakah contohnya?

Kehidupan sehari-hari kita penuh dengan pilihan. Memilih pertemanan dan pergaulan (Amsal 23:19-21), menentukan proyek mana yang akan diambil (Mazmur 55:23a), hingga memutuskan untuk taat pada peraturan atau atasan yang kita anggap kurang pas (Titus 3:1). Semua itu membutuhkan bimbingan dan hikmat dari Tuhan agar kita jalan di jalan yang benar dan menyenangkan hati-Nya. Dan Tuhan sudah berjanji bahwa apabila kita mencari Dia, kita akan menemukan-Nya, apabila kita menanyakan-Nya dengan segenap hati (Yeremia 29:13).

Kadang Tuhan tidak menyuapi kita di ibadah Minggu dengan kotbah yang 100% menohok setiap pekannya. Kadang Dia ingin agar kita bekerja lebih keras dan mengalami sendiri pertemuan dengan-Nya melalui membaca langsung Firman-Nya dan meminta bimbingan-Nya.

Saya sangat bersyukur saya tidak menyerah dan memaksakan diri saya membawa pulang sesuatu dari ibadah minggu ini. Saya harap saya bisa menginspirasi anda untuk tekun dan mengclaim berkat dalam Firman-Nya setiap minggu.

God bless and happy sunday!

* Terjemahan berdasarkan penafsiran dan renungan penulis. Bila ada tafsiran lain yang merema di hati anda, doakan secara pribadi.

One Comment Add yours

  1. David berkata:

    YESSS KAK!! Berekspektasi lah saat masuk ibadah.. bukan berekspektasi untuk menyelesaikan masalah2 kita.. tp berekspektasi untuk Tuhan bicara sesuatu yang baru lagi.. waktu gerbang penyembahan itu dibuka.. berlariiii sekencang2nyaaa masuk ke dalam hadirat Tuhan.. semua pikiran2 yang mengembara harus dipatahkan, ditertibkan.. kesampingkan semua urusan2 yang berpotensi jadi distraction kita ya..

    Yesss TRUEE! paksakan diri kita untuk membawa sesuatu dari ibadah hari minggu ya! bukan cuma untuk kita aja, bahkan bawa sesuatu juga yang akan bisa kita bagiin buat orang lain.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s