Evangelism Starts Somewhere

Di tulisan saya yang sebelumnya, saya sempat bercerita mengenai panggilan pelayanan saya di marketplace ministry dan bagaimana saya terpanggil untuk melayani anak-anak muda sebagai konselor karir. Saya saat ini semakin yakin menjalani panggilan ini dan makin dikuatkan oleh Tuhan.  

Sejak tulisan saya itu, saya mengetahui bahwa kinerja saya sebagai konselor lumayan baik. Saya salah satu konselor (Top Karir menyebutkannya Karir Expert, tetapi saya lebih suka dengan sebutan Career Counselor) yang paling banyak dipilih dan memiliki rating paling tinggi di aplikasi. Ini membuat saya makin semangat untuk berbuat yang lebih baik lagi untuk Tuhan (Kol 3:23).

Sebagai penulis, tidak mudah rasanya untuk menuangkan sesuatu secara dipaksakan. Bila saya menulis biasanya pasti ada dorongan atau sesuatu yang menyebabkannya sehingga saya menulis saat itu juga. Biasanya bila saya tunda, tidak akan pernah terjadi atau tidak akan pernah rampung. Tulisan ini pun ada pendorong begitu juga.

Sesaat lalu seorang teman menanyakan pada saya sambil bercanda apakah yang saya lakukan itu penginjilan atau konsultasi. Ini membuat saya berpikir. Sejak awal memang yang saya lakukan adalah untuk tujuan-tidak lain dan tidak bukan-memuliakan nama Tuhan Yesus Kristus. Semua yang saya lakukan adalah untuk memberitakan Nama-Nya. Tetapi tentu saja hal itu tidak selalu bisa sekonyong-konyong dilakukan.

Bila anda mengenal saya secara pribadi dan mengenal saya sejak lama, kemungkinan besar anda tidak menyukai saya. Saya bukanlah orang yang ‘mudah’. Saya keras, tertutup, dan sangat-sangat keras. Sehingga walaupun anda ingin berteman dengan saya, biasanya itu akan jadi tantangan untuk anda sehingga anda bisa jadi sudah mundur teratur.

Saya menemukan bahwa diri saya perlahan diubahkan sejak saya lahir baru. Tentu masih sangat jauh dari sempurna tapi saya merasakan perubahan di diri saya. Saya paham bahwa ada kedisiplinan dan persistensi yang saya harus lakukan dalam banyak hal untuk bisa sepenuhnya dipakai oleh Tuhan Yesus sebagai pekerja di ladang-Nya. Dan saya terus meminta agar Tuhan ubah, perlengkapi, dan pakai saya, bagaimanapun yang Dia inginkan.

Jadi saya juga sadar bahwa proses ini, walau tidak terlihat seperti penginjilan, juga adalah penginjilan. Diri saya sebagai kitab yang terbuka, dibaca oleh anak-anak ini yang terberkati oleh pelayanan saya kepada mereka.

Saya rindu diri saya terus dibentuk, secara konsisten, untuk melayani mereka, membawa jawaban Tuhan ke dalam kehidupan mereka, dipercaya sebagai pemandu, dan siapa tahu suatu saat seorang dari mereka-semoga lebih-dapat rindu untuk mengenal Siapa yang selama ini memakai saya untuk menyalurkan berkat bagi mereka.

Saya berdoa semoga Tuhan Yesus mengijinkan saya menuai hasilnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s