Hidup Baru

Pengalaman hidup setelah lahir baru adalah sesuatu yang tidak pernah saya kira saya akan alami. Mengapa demikian? Karena saya berpikir selama hidup ini, yaitu kehidupan dari lahir sebagai seorang anak di keluarga Kristen adalah hidup yang telah baru tersebut, sehingga tidak akan ada hidup yang berbeda dengan yang sudah saya jalani selama 35 tahun.

Ternyata di usia ke-36 Tuhan berkata lain.

Setelah lahir baru saya baru menyadari ternyata semua yang dikatakan Alkitab itu benar. Saya, yang tidak suka membaca, diberikan ketaatan untuk mempelajari Firman dan mencari kehendak Tuhan. Saya, yang adalah seorang pendendam, dimampukan untuk berdamai dengan terlalu banyak orang yang pernah menyakiti saya. Dan yang terutama, Tuhan menganugerahkan saya dengan buah.

Mengenai buah ini, saya dulu berpikir, “Ah, masa iya sih setiap orang Kristen itu berbuah? Pasti adalah yang tidak berbuah”. Menurut saya setiap orang Kristen berbuah itu too good to be true. Tetapi setelah mengalami kehidupan yang baru ini saya percaya bahwa setiap orang Kristen, yang berarti adalah seseorang yang telah lahir baru dalam Kristus, akan berbuah.

Kalau Anda mengikuti blog saya, Anda akan tahu bahwa ada masa di mana saya tidak menulis. Ada banyak pergumulan tentang menulis karena saya pikir lebih baik saya tidak menulis ketika bergumul, tetapi setelah saya menyelesaikannya dan melihatnya secara keseluruhan dari sudut pandang yang lebih objektif.

Salah satunya tentang buah ini.

Anugerah Allah sangat luar biasa pada diri saya dan Dia sebagai Bapa tidak segan-segan memberkati anak-anak-Nya dengan buah yang melimpah. Ketaatan saya dengan belajar (mengikuti belasan seminar dan konferensi Alkitab, membaca puluhan buku, dan mendengarkan ratusan kotbah di YouTube), Dia hadiahi dengan segerombol komunitas-komunitas Kristen baru yang membuka wawasan saya. Semakin dalam saya masuk, semakin dalam pula saya belajar dan menemukan apa yang ingin saya lakukan, dan bagaimana saya dapat belajar lebih jauh tentang Dia.

Ketika saya menuliskan blog ini, saya sudah diberkati dengan 3 orang anak didik yang saya temui secara rutin. Dari seorang pengajar saya menyadari bahwa tidak setiap orang bisa mempunyai seorang mentor, tapi setiap orang bisa menjadi seorang mentor. Itulah kenapa saya membuka diri untuk mulai mentoring 3 anak ini secara rutin. Dan hanya karena anugerah Tuhanlah saya bisa konsisten. (Bila Anda mengenal saya secara pribadi Anda pasti tahu kenapa saya mengatakan hal ini.)

Memasuki 2020 saya tahu apa yang harus saya lakukan. Hanya satu, yaitu fokus pada Tuhan. Hal ini termasuk pengenalan akan Tuhan, yang berarti Diri-Nya dan kehendak-Nya pada diri saya.

Lalu bagaimana soal pekerjaan dan kehidupan saya?

Saya telah belajar di 2019 bahwa hal itu penting tapi bukan yang terutama. Saya tetap akan menjalankan pekerjaan yang Tuhan berikan dengan sebaik yang saya bisa, saya akan mengatur keuangan saya (yang berarti keuangan kantor, pribadi, dan keluarga) dengan baik, tetapi di atas semua usaha saya, saya yakin Tuhan yang akan memberkati dan berkat-Nya akan cukup. Dia telah membuktikannya.

Sebagai penutup ada 2 ayat yang menjadi pegangan saya tahun ini dan akan terus saya pegang di tahun depan. Semoga ayat ini dapat menguatkan Anda juga.

Yeremia 29:13 – “Apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati.”

Matius 6:33 – “Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu.”

Dua janji yang amat indah bukan? Saya telah membuktikan kebenarannya. Semoga Andapun demikian. Selamat memasuki tahun baru 2020. Tuhan Yesus memberkati!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s