It’s about Him

Dua tahun lalu ada seorang teman yang memberikan saya satu bagian Alkitab, yaitu Yesaya 61. Saat itu saya belum lahir baru. Teman saya berkata bahwa Tuhan berkali-kali memintanya untuk memberikan satu pasal dalam kitab Yesaya ini pada saya.

Sejak saat itu saya mungkin sudah belasan kali membaca pasal ini berulang-ulang dan memikirkan apa maknanya bagi saya, apa yang ingin Tuhan sampaikan?

Dalam perenungan saya kala itu, saya merasa mendapatkan beberapa hal, yaitu bahwa Tuhan mengutus saya untuk memberitakan Injil (1), Tuhan akan membuat saya sukses (5-8), Tuhan akan membalas segala musuh saya (7), dan saya akan mempunyai anak suatu saat nanti (9).

Dapatkan Anda melihat sebuah pola di sini? Saya, saya, saya, saya. Semuanya mengenai saya! Bukankah begitu cara kita membaca Alkitab?

Ketika mengikuti kelas Biblika di SAAT Ministry Center, Pdt. Ferry Mamahit berkata bahwa orang seringkali melihat kisah Daud dan Goliat sebagai kisah kita memerangi masalah-masalah kita, sedangkan seharusnya kita melihat kisah ini sebagai sebuah cerita sejarah. Bagaimana Tuhan memilih seseorang yang dianggap lemah oleh dunia, bagaimana Dia memperlengkapi, dan bagaimana Dia memenangkan pertempuran-Nya.

Sekarang saya mengerti bahwa Yesaya 61 dan bagian Alkitab manapun, bukanlah mengenai saya. Malahan menganggap bahwa Yesaya 61 adalah mengenai diri saya adalah suatu penghujatan besar karena pasal ini adalah nubuat mesianik yang bercerita mengenai kehidupan Mesias di dunia.

Hey, it’s not about you!” Kira-kira ini yang saya ucapkan ke diri saya dan ke anak didik saya berulang-ulang. Siapalah kita sehingga kita mengira Alkitab ditulis mengenai diri kita… Bahwa dunia dan kehidupan ini berputar di sekitar kita dan untuk kita… Tapi bukankah manusia seperti itu?

Justin Peters, seorang penginjil dari Amerika Serikat berkata, “It doesn’t matter what the verse means to you. It doesn’t matter what the verse means to me. What matter is what it means.” Tidak masalah apa artinya suatu ayat atau seluruh isi Alkitab bagi kita secara pribadi, yang penting adalah apa makna sesungguhnya.

Ya, Alkitab itu cerita mengenai Tuhan Allah, bukan mengenai kita. Bukan mengenai saya, keluarga saya, pekerjaan saya, ataupun mengenai Indonesia. Tetapi hanyalah mengenai Tuhan agar kita mengenal Dia, jalan-Nya, kehendak-Nya, untuk memberi kita hikmat dan menuntun kita kepada keselamatan.

Coba baca kembali dan kali ini ubah cara kita membaca Alkitab. Bacalah dengan tujuan agar Anda lebih mengenal siapa Allah dan kehendak-Nya. Ia akan menunjukkannya pada Anda. Ingat Yeremia 29:13 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s