Pindah untuk Suatu Tujuan

Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan. – Yeremia 29:11

Dua-tiga tahun terakhir hidup saya penuh dengan tema pindah rumah. Dari rumah ke kos, dari kos ke apartemen, dari apartemen satu ke apartemen lainnya, kembali ke rumah, dan saat ini saya sedang bersiap untuk pindah ke kos lagi untuk 2 bulan. (Kemudian entah kemana Tuhan akan membawa saya).

Setiap perpindahan memiliki makna tersendiri. Saat itu saya pikir alasannya adalah alasan saya, tetapi saya tahu kini Tuhan punya rencana dalam setiap hal yang telah saya lalui.

Perpindahan ke kos yang pertama adalah bentuk Tuhan memisahkan saya dari zona nyaman keluarga dan di koslah saya mulai membaca Alkitab setiap hari tanpa henti. Ketika pindah ke apartemen yang pertama, saya tahu saya tidak akan lama di sana (entah kenapa saya selalu merasa seperti itu), dan benar saja. Saya di sana karena Tuhan ingin memisahkan saya dari mantan saya dan memiliki waktu pribadi dengan saya.

Apartemen berikutnya saya tempati hanya setelah 1 bulan dan saya berpikir tempat inilah tempat di mana saya akan tinggal selama beberapa tahun. Tidak saya sangka banyak sekali hal terjadi, salah satunya adalah kelahiran baru saya. Tuhan menjamah saya dan mengubah hidup saya selamanya. Tidak ada hal yang lebih saya syukuri.

Kemudian saya harus kembali ke rumah. Awalnya dengan berat hati tapi saya tahu bahwa inilah saatnya. Tuhan memisahkan saya dari rumah karena suatu alasan dan saya telah mendapatkannya. Ada hal lain yang perlu saya ‘kerjakan’ di rumah, entah apa itu, jadi saya taat.

Dengan sikap hati yang sudah diperbarui saya pulang dan makin hari makin dibentuk. Walau kondisi rumah tidak sempurna tapi saya menerima dan menjalaninya dengan bersyukur.

Setelah beberapa bulan datanglah saatnya hari di mana hal ini kembali diguncang. Rumah harus di renovasi dan tidak mungkin saya terus tinggal dan bekerja di rumah. Tidur masih memungkinkan walau sangat memaksakan diri, tetapi untuk bekerja akan menjadi mustahil. Saya memutuskan untuk keluar dan mencari kos selama 2 bulan ke depan.

Tuhan tidak pernah gagal dalam merawat anak-anak-Nya. Setelah berdoa dan terus mencari, akhirnya saya menemukan sebuah kos dengan harga yang pantas, semua biaya sudah termasuk, saya bisa bekerja (semoga dengan damai), dan pemiliknya pun ternyata (sepertinya) seiman.

Lalu apa yang salah?

Saya tidak menyangka saya sejujurnya tidak siap dengan perubahan ini. Pindah lagi, ketidakpastian lagi, dan biaya ekstra lagi. Saya sudah sangat nyaman dengan kondisi rumah ini walau tidak sempurna. Saya berharap rumah ini tidak perlu di renovasi, kami tidak perlu keluar dana, dan saya tidak perlu pindah. Tetapi kenyataan tidak demikian. Rumah perlu di renovasi dan saya perlu pindah untuk sementara. Semua untuk hal yang lebih baik.

Bagi rumah, tentunya karena dalam 2 bulan kami akan memiliki rumah yang lebih layak dihuni. Bagi saya, semua saya serahkan kepada Tuhan. Siapa yang harus saya temui, apa yang harus saya kerjakan, dan pengalaman apa yang harus saya pelajari dalam dua bulan ke depan. Semua begitu menakutkan tetapi saya bersyukur punya Bapa yang ada. Dulu, kini, dan selamanya untuk saya. Dan itu cukup.

Catatan tambahan (14/2): Ketika saya membaca Alkitab pagi ini, ada sebuah ayat yang berbicara pada saya, Filipi 1:23-24: Aku didesak dari dua pihak: aku ingin pergi dan diam bersama-sama dengan Kristus — itu memang jauh lebih baik; tetapi lebih perlu untuk tinggal di dunia ini karena kamu.

Ada hal yang memang jauh lebih baik untuk diri saya, tetapi ada hal yang Tuhan kerjakan dan itu lebih perlu bagi banyak orang melalui diri saya untuk kemuliaan Tuhan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s