Work Your Blessings! (and then count it…)

Satu-dua minggu terakhir saya dan keluarga menggumulkan renovasi total atap rumah kami. Keluarga kami telah menempati rumah itu selama 38 tahun dan bila kami tidak segera melakukan perbaikan, kami khawatir kerusakannya akan makin parah dan membahayakan semua yang ada di bawahnya.

Sebenarnya beberapa tahun sudah kami pikirkan dan hitung-hitung tetapi angkanya tidak pernah masuk akal. Sampai pada awal musim penghujan di akhir 2019 saya berkata pada papa bahwa ini benar-benar sudah saatnya.

Ketika kontraktor memperhitungkan biaya, puji Tuhan, ternyata tidak sebesar yang kami kira! Walau angkanya masih besar, tabungan mama dan papa bila digabungkan masih cukup. Saya berjanji bahwa saya akan menggantikan tabungan mereka.

Saya terus menggumulkan proses ini karena walaupun dananya ada tetapi itu adalah tabungan masa tua mereka. Saya tidak ingin mereka menghabiskannya dan tidak mempunyai cadangan lagi.

Dalam proses kepindahan saya kemarin untuk kembali kos selama renovasi berlangsung, saya tiba-tiba teringat bahwa saya memiliki dana lain yang bisa membantu 1/3 pengeluaran.

Bukan kebetulan kemarin pagi sebelum saya berangkat ada transaksi perusahaan yang harus saya bukukan. Lalu saya melihat bahwa di rekening saya saat ini ternyata dananya sudah dua kali lipat sejak saya memulainya satu setengah tahun yang lalu. Ketika itu mama meminjamkan dana tersebut pada saya dan saya berjanji bahwa ini akan dikembalikan.

Dalam perjalanan saya ke kos saya terus berpikir bagaimana kalau saya kembalikan saja hutang ini. Hal ini bukan tanpa pergolakan dalam diri saya. Pasalnya, baru saja pagi itu juga, salah satu klien saya berkata bahwa dia tidak confident bahwa kontrak saya akan diperpanjang. Berarti saya mungkin memerlukan dana itu untuk bertahan dalam bulan-bulan ke depan untuk menggaji tim.

Dalam kebimbangan, saya memutuskan untuk percaya dan berserah kepada Tuhan. Saya tahu ini adalah jalan yang terbaik. Saya percaya Tuhan akan mencukupkan karena Tuhan dan diri saya tahu bahwa saya akan bekerja keras seperti sebelumnya.

Setelah mengembalikan dana tersebut saya menyampaikan rasa terima kasih saya kepada mama. Dana yang dipinjamkan telah berlipat ganda dan telah memberikan saya dan tim gaji setiap bulannya selama lebih dari setahun terakhir.

Saya saat itu sungguh merasa seperti hamba yang baik dan setia yang mengusahakan talenta yang diberikan oleh tuannya. Dan perasaan itu membuat saya bersyukur punya Tuhan yang luar biasa. Dia tidak hanya memampukan saya tetapi juga memberkati saya dan menjadikan saya saluran berkat-Nya.

Matius 25:21 – Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.

2 Comments Add yours

  1. Nadi Nafas berkata:

    Kesaksian yang berharga, pada akhirnya semuanya dari Tuhan dan orang tua juga dapat diberkati 🙂

    Suka

    1. Benita Theda berkata:

      Thank you Nad *hug*

      Suka

Tinggalkan Balasan ke Nadi Nafas Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s